Jumat, 17 November 2017

Penyebab Seseorang Gagal Menemukan Potensi Diri

Ketika Millenials Galau dengan Potensi Dirinya

=============================================================================
Saya dan dua orang saudara laki-laki lainnya memiliki minat dan potensi berbeda namun saya bersyukur kami dilahirkan dalam keluarga yang membiarkan kami berkembang sesuai dengan potensi dan keunikan masing-masing. Kakak saya yang bernama Syaifullah sangat jago dalam bisnis dan dia bisa menghabiskan waktu berjam-jam membicarakan bisnis dan kakak saya Aminullah sangat mahir dengan analisa politiknya serta saya dengan petualangan beasiswa, masuk kampus, dan jalan-jalan dalam dan luar negeri.


Adalah kesalahan terbesar jika orang tua mendikte kami harus menjadi apa dan tentunya kami tidak bisa seperti sekarang ini. Kami bertiga memang tak bisa diukur dengan rumah, gaji banyak, popularitas, jabatan dan atribut lainnya namun kami merasa merayakan hidup setiap hari. Setiap hari kami 'mengoceh' dengan jualan kami: saya dengan traveling dan scholarship career, lalu keduanya dengan analisa prospek bisnis masa depan dan politik masa depan.
"Keunikan dan potensi yang kita miliki membuat kita stand out dan looks difference from others"
Saya menemukan satu benang merah yang ditanamkan orang tua yang bersifat umum bagi ketiga anak lelakinya yakni apapun profesi yang kamu tekuni menempatkan Allah diatas segalanya dan menjadi Hamba Allah. Inilah yang mati-matian diajarkan kepada kami dari sejak lahir hingga saat ini. 
Menekuni hal yang kami senangi dan kami tidak membutuhkan motivator untuk menjadi ahli di bidang yang kami senangi.



Motivator terbesar dalam hidup kita adalah diri kita sendiri. Mereka yang membutuhkan motivasi dari orang lain kemungkinan besar tidak menekuni bidang yang disukai. Mereka yang menemukan potensinya secara psikologis lebih bahagia dan memiliki umur panjang. Orang akan merasakan up and down hingga demotivated karena menekuni hal yang membosankan dan tidak menemukan sisi kekuatan dirinya disana.
Keunikan dan potensi seseorang kenapa bisa hilang? Karena kemungkinan lingkungan memberikan defenisi sukses yang berbeda dengan potensi dan keunikannya sehingga seseorang larut dalam definisi sukses yang didikte oleh diri sendiri dan orang lain sehingga potensi itu makin kabur. Membiarkan orang lain mendefinisikan diri Anda adalah petaka. Beranilah mengatakan saya beda dan cobalah berfikir di luar dari orang pikirkan!
Manusiakan diri Anda sebagai manusia karena kita beda dan mari merayakan keunikan dan perbedaan kita hingga kita menemukan kesamaan bahwa kita semua memang TIDAK NORMAL.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gerakan Donasi Penghafal Qur'an Yatim / Berprestasi

Bismillah THE VOLUNTEERS adalah komunitas yang bergerak dalam dunia Islam dan kemanusiaan. Kali ini kami memperkenalkan program kami khusus...