Kamis, 26 Oktober 2017

Pegawai BUMN Resign karena Impian jadi Pengusaha - Kisah Pengejar Passion

Dari pegawai BUMN berdasi kinclong, parfum harum, ruang kerja full AC rela menjadi pria multi-tasking belanja ke pasar, memasak, pelayan dan kasir dalam sebuah usaha yang dirintisnya. Demi apa? Passion.

=========================================================

Saat memutuskan berhenti bekerja dari kantor BUMN, Opan sapaan akrab dari Mohammad Taufan sempat banyak yang bertanya. Hal yang sangat umum diantaranya “kenapa berhenti jadi orang kantoran padahal gaji lumayan apalagi itu BUMN”. Demikianlah sebuah resiko ketika melakukan sesuatu out of the box.

Bagaimana Opan menghadapi rentetetan pertanyaan tersebut?

Dia cukup kalem menjawabnya bahwa dia ingin menjalani hidup sesuai pilihannya, pilihan yang merupakan jalan hidup masing-masing orang berbeda dan semuanya ada di tangan kita. Opan ingin membangun sudut pandang yang berbeda dimana menjalani masa depannya versi dia sendiri karena ketika ada niat pasti ada jalan.

Ketika ditanya “apa tidak takut jadi pengangguran”. Opan yakin kita takkan menjadi pengangguran jika kita mengejar, berusaha, dan menjemput rezeki kita. Yang bisa membuat menganggur jika seseorang hanya makan tidur saja.

Ada sebuah tantangan disana dimana menjemput rezeki yang masih tanda tanya besok apa untung apa rugi namun penuh resiko dimana menjadi orang kantoran sudah bisa dipastikan ada yang ditunggu gaji tiap bulannya.

Opan menyarankan selagi masih muda dan sehat itu sebuah modal utama apalagi jika berasal dari keluarga yang cukup. Cukup disini tidak kurang tidak lebih karena tiap orang beda versi cukupnya.

MUDA, SEHAT, BERKECUKUPAN

Inilah modal utama bagi Opan jadi amat bodoh jika modal tersebut digunakan untuk makan tidur saja di rumah. Ayo bergerak saja! Membangun usaha memang ada ketakutan akan kegagalan namun bagaimana bisa tahu akan gagal atau sukses kalau belum pernah dicoba. Jangan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk memikirkan, melihat, membayangkan dan menerawang yang belum pasti.

Fokus dan buang jauh rasa gengsi, inilah resep dari Opan meskipun bukan berasal dari keluarga pengusaha. Niat awal kita adalah bagaimana menjemput reseki yang entah dimana dan lewat mana. Dibutuhkan kesabaran dalam menikmati proses dalam membangun usaha, selalu bersyukur apapun hasilnya.

BUANG GENGSI inilah slogan Opan, padahal dia yang dulu tiap pagi harum pakai dasi, kinclong depan komputer kena AC seharian, sekarang pagi-pagi harus ke pasar dan terkadang belum mandi dan ikut membantu masak. Dia mendadak jadi pria multi tasking jadi koki, pelayan, dan kasir.

Mencintai pekerjaan itu penting dan itu yang membuat kita bangga meskipun Opan mengakui usahanya masih skala kecil. Baginya halal dan barokah lebih utama karena dengan usaha makanannya bisa membuat orang kenyang.

"bosen jadi pegawai Pan mau jadi pimpinan ya?
Baginya ini pertanyaan lucu karena ini usaha pribadi yang dibangun untuk memanusiakan orang lain dimana jalan rezeki orang lain bisa ada melalui usahanya. Orang-orang yang membantu dia bekerja dan membangun usaha ini itulah masa depan versi dia sendiri. Usaha ini punya semua yang telah membantu saya membangun rezeki, tutupnya.

Alhamdulilah sampai sekarang dari susahnya sampai senangnya sudah lumayan bisa buatnya lebih sering bersama keluarga, bertemu teman baru, lebih banyak belajar bagaimana mencari peluang rezeki. Hal yang paling seru baginya dia bisa punya waktu banyak untuk melakukan hal-hal yang sesuai passionnya sebagai traveler dimana menjadi orang kantoran sulit punya waktu banyak untuk traveling.

Pada akhirnya Opan mendoakan kepada teman, sahabat, dan keluarga bisa berhasil pada pilihan dan jalan hidup masing-masing karena saling mendokan lebih bijak ketimbang saling menjatuhkan pilihan satu dengan yang lainnya.

Ada salam dari Mohammad Taufan bagi si Pengejar Passion!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gerakan Donasi Penghafal Qur'an Yatim / Berprestasi

Bismillah THE VOLUNTEERS adalah komunitas yang bergerak dalam dunia Islam dan kemanusiaan. Kali ini kami memperkenalkan program kami khusus...