Selasa, 31 Desember 2013

Tips Wawancara Beasiswa Australia Awards Scholarships (AAS)

Tulisan ini saya persembahkan untuk sahabat saya yang akan mengikuti wawancara JST AAS untuk kedua kalinya di bulan Januari 2014.

Sudah banyak tips yang diberikan para penerima beasiswa dalam menghadapi wawancara beasiswa yang sangat bermanfaat, namun saya mencoba meramu beberapa persiapan yang saya lakukan sesuai dengan pengalaman saya ketika menghadiri wawancara AAS pada Januari 2013 sebagai berikut:

  1. Mencari informasi mengenai kemungkinan pertanyaan yang muncul saat wawancara. Hampir tiap hari saya membaca blog-blog penerima beasiswa semenjak dinyatakan masuk shortlisted. Banyak blog yang memberikan tips menghadapi wawancara JST sehingga saya memperoleh berbagai macam sudut pandang dan berbagai antisipasi jawaban yang bisa saya berikan saat wawancara. Saat itu saya membaca blog Bapak Andi Arsana dimana salah satu tulisannya mengenai prediksi pertanyaan wawancara JST. Saya print pertanyaan tersebut dan jawaban yang telah saya siapkan yang telah saya konsultasikan dengan rekan saya yang berasal dari Australia. Saya melatih diri menjawab pertanyaan tersebut dan mencoba menghafalkannya, walaupun dalam prakteknya saya melakukan improvisasi jawaban namun prediksi pertanyaan dan jawaban tersebut menjadi acuan bagi saya sehingga memudahkan ingatan saya.
  2. Menyiapkan folder khusus yang berisi tentang apa yang sudah saya lakukan untuk mengejar beasiswa AAS. Saya mendokumentasikan kegiatan volunteering saya dalam foto, tulisan saya yang dimuat di harian lokal, Surat Penerimaan dari kampus di Australia, daftar mata kuliah dari jurusan yang saya inginkan dari kampus di Australia. Hal ini menunjukkan ke pewawancara tentang keseriusan kita untuk mengejar beasiswa ini serta memberikan gambaran bahwa kita sangat mempersiapkan dengan baik untuk menghadiri wawancara JST.
  3. Saya menyiapkan baju khusus untuk wawancara ini. Bahkan saya meminjam dasi teman saya. hehehe. Tampillah serapi mungkin agar meninggalkan kesan bagi pewawancara.
  4. Sebaiknya tidur yang cukup pada malam sebelum wawancara karena belajarpun rasanya sudah tidak masuk lagi ke otak yang ada kita butuh refreshing karena selama ini sudah banyak belajar. 
  5. Pada hari wawancara usahakan datang sebelum waktu yang dijadwalkan. Hal ini bermanfaat agar mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Pada saat saya menghadiri wawancara AAS terjadi hujan yang sangat deras di Makassar banyak pohon yang tumbang sehingga mengakibatkan saya harus berteduh namun bersyukur kerabat yang mengantar saya memakai jas hujan sehingga bisa menerobosa hujan yang disertai angin kencang. Sampai-sampai saya harus memakai sandal jepit dan membungkus sepatu untuk wawancara dan saya pakai pada saat tiba di Unhas.
  6. Sebelum saya memasuki ruangan wawancara saya menelpon ibu dan keluarga di rumah memohon doa mereka. Paman dan adik saya mengirimkan doa setelah mereka melakukan sholat dhuha.
Wawancara biasanya dilakukan oleh dua orang terdiri dari 1 orang alumni beasiswa ADS dan professor dari universitas di Australia. Adapun hal-hal yang ditanyakan saat saya diwawancara yang masih sempat saya ingat diantaranya:

  1. I saw from your university transcript  that you got satisfied result then how did you overcome the challenge you faced during your undergraduate? Saya menjawab bahwa pada saat saya kuliah saya mengalami keterlambatan dalam mengikuti pelajaran di kelas dikarenakan karena kemampuan awal saya masih kurang. Saya mencoba untuk belajar lebih dari teman sekelas lainnya yang dimana kemampuan mereka sudah mumpuni. Adapun cara-cara yang saya tempuh yakni banyak berdiskusi dengan senior tentang apa yang saya alami. Bergaul dengan senior membuat saya banyak mendapatkan bantuan dalam menghadapi masalah akademik di kampus. Saya sampaikan bahwa, senior telah melewati proses akademik sehingga pengalaman mereka dalam menghadapi masalah itu sudah ada ketimbang saya berbagi masalah dengan teman sekelas saya dimana kami mungkin menghadapi hal yang sama.
  2. In your work what challenge do you face and how do you solve it? Tantangan dalam kerja yang saya alami adalah ide-ide saya yang sering belum bisa diterima oleh pimpinan. Saya menyadari bahwa hal ini menjadi kendala bagi PNS di tingkatan staf namun saya tidak berhenti sampai disitu saja. Saya mencoba tetap konsisten dengan ide-ide yang saya anggap benar dan mencoba mempengaruhi rekan sekerja saya.
  3. Tell me what have you made in your institution to make a better change and what was the result? Perubahan yang saya lakukan di institusi saya adalah masih berskala apa yang saya mulai dari diri saya sendiri. Mendisiplinkan diri sendiri seperti datang tepat waktu dan menunjukkan performa kerja yang baik sehingga akan memperlihatkan hasil yang baik dan bisa menjadi contoh sesama rekan kerja.
  4. related to your work, is there any program in your institution which you were involved and what was your responsibility? Saya menyebutkan salah satu kegiatan dalam pekerjaan saya dan tugas saya dalam kegiatan tersebut.
  5. How was your work being assessed if you said that your method is succesfull? and how far do you see the progress? keberhasilan dari metode itu dilakukan dengan mengevaluasinya secara berkala dan meminta tanggapan user apakah terjadi perubahan yang lebih baik
  6. Does your office work with the stake holders in order to get better result? ya. dan saya menyebutkan salah satu kerjasama yang kami lakukan
  7. I saw also that you participated in Australia Indonesia Youth Exchange Program, what is the benefit you found in that program? Ada banyak sekali manfaat yang saya peroleh melalui youth exchange program karena saya bisa menjadi jembatan atas perbedaan persepsi orang Indonesia tentang Australia begitupun sebaliknya. Secara pribadi hal ini sangat membantu saya dalam hal disiplin waktu dan pengalaman kerja di Australia
  8. what have you done in relation to your study plan in Australia? Saya melakukan initial research ke kampus yang saya tuju. Mempelajari mata kuliah yang ditawarkan di jurusan tersebut dan membandingkannya dengan universitas lain yang memiliki jurusan yang sama. Saya mendiskusikan apa yang saya butuhkan dan ingin pelajari di kampus tersebut dan memastikan beberapa hal dalam study saya. Saya juga mendiskusikan ke beberapa teman saya di Australia mengenai sistem pendidikan di Australia dan saya banyak terbantu dalam hal ini. Progress terakhir dari rencana study ini adalah saya sudah menerima surat penerimaan di salah satu kampus di Australia.
  9. Why do you choose this campus? saya memilih jurusan X di kampus X karena saya sudah membandingkan jurusan yang sama di kampus yang berbeda saya menemukan mata kuliah di kampus pilihan saya ini lebih mengikuti kemajuan saat ini dan memang dibutuhkan oleh instansi saya.
  10. Did you compare it to other campus in Australia? iya
  11. Why do you need to take this master program in Australia? karena jurusan yang akan saya ambil sangat dibutuhkan oleh institusi saya karena......... Disamping itu, jurusan ini belum ada di Indonesia sehingga.................
  12. why do you choose in education sector? Saya bekerja di sektor pendidikan adalah passion saya. Saya sangat menyukai mengajar walaupun tanpa bayaran. Saya telah berpindah tempat bekerja dengan berbagai profesi sebelum akhirnya bekerja sebagai pengajar dan saya menemukan bahwa saya memang dilahirkan untuk menjadi pendidik
  13. why do you think we need to give you this scholarship comparing to other participants who work in the same sector with you and why we have to choose you? Saya bekerja dengan passion saya, jurusan yang akan saya ambil sangat dibutuhkan oleh institusi saya dan memang belum ada di Indonesia. 
Berikut rangkaian perjalanan wawancara JST AAS saya pada bulan Januari 2013. Semoga tulisan ini bisa membantu dan selamat mempersiapkan wawancara.

Salam,

Khairullah

Gerakan Donasi Karpet untuk Masjid Penghafal Qur'an

THE VOLUNTEERS adalah komunitas yang bergerak dalam dunia Islam dan kemanusiaan. Nah kali ini THE VOLUNTEERS secara bertahap telah menyalur...