Tampilkan postingan dengan label India Journey ITEC Scholarship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label India Journey ITEC Scholarship. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2013

Petunjuk Pengisian Formulir Beasiswa ITEC India

Hal.1
  1. Pada bagian Nationality silahkan isi Indonesian
  2. Institute silahkan isi nama lembaga tempat dimana Anda bekerja
  3. Name course silahkan lihat nama jenis course yang akan Anda diikuti pada program ITEC di website ITEC http://itec.mea.gov.in/ lalu pilih menu applicants downloads
  4. Commencing: from .... to... lihat tanggal, bulan dan tahun dimulainya dan berakhirnya course ITEC yang hendak Anda ikuti
  5. Selanjutnya di bagian Personal particulars silahkan isi sesuai data diri Anda untuk nomor pasport jika Anda belum memiliki paspor silahkan dikosongkan saja karena pihak Konsulat India di Bali tidak mengharuskan pelamar memiliki paspor nanti setelah dinyatakan lulus baru  diharuskan mengurus pasport
  6. Untuk kolom Address ada dua yang harus diisi yakni Office (kantor) dan Residence (kediaman)
  7. untuk bagian special dietary jika Anda memiliki diet makanan tertentu




Hal.2

  1. Person(s) to be notified in case of emergency adalah jika terjadi hal yang bersifat mendesak orang-orang ini akan dihubungi nah disini ada dua bagian yang harus diisi official contact untuk kontak yang bisa dihubungi di tempat kerja Anda dan personal orang yang bisa dihubungi dari orang terdekat Anda
  2. Educational qualification: silahkan isi riwayat pendidikan Anda, ada baiknya diisi dari SMU saja sampai tingkat universitas untuk TK sampai SMP saya rasa tidak diperlukan.
  3. Professional qualification diisi jika Anda memiliki kualifikasi profesional tertentu dan jika tidak punya kosongkan saja
  4. Details of employment,  Name of Employer/ Department/ company silahkan isi nama atasan atau perusahaan atau lembaga (mengingat kolomnya terbatas harap pilih salah satunya saja), selanjutnya position dimana Anda mengisi posisi Anda saat ini di lembaga tersebut, period silahkan diisi lama Anda bekerja dimulai dari bulan dan tahun berapa sampai waktu Anda bekerja, bagian yang terakhir description of work isi dengan jenis kegiatan yang Anda lakukan dalam pekerjaan Anda.




Hal.3
  1.  Details of present employer silahkan isi nama dan informasi lainnya mengenai atasan Anda. Anda juga bisa memilih untuk mengisi nama institusi Anda saja dan informasi lainnya.
  2. pada poin 3 menanyakan apakah Anda pernah mengikuti program pelatihan yang dibiayai oleh pemerintah India jika belum pernah silahkan tandai NO dan pindah ke poin 4.
  3. Untuk poin 4 Anda isi jika Anda pernah mengikuti pelatihan di luar negeri. Anda tidak perlu khawatir jika Anda belum pernah mengikuti program pelatihan di luar negeri namun jika Anda pernah mengikuti program pelatihan di luar negeri Anda tidak perlu menyembunyikannya karena menurut saya ini jadi nilai tambah bagi Anda bahwa Anda sudah punya pengalaman sebelumnya kemungkinan besar Anda tidak butuh penyesuaian yang banyak jika mendapat kesempatan untuk mengikuti ITEC.
  4. Pada poin 5 silahkan isi hubungan antara course yang hendak Anda lamar di ITEC dengan pengalaman atau kualifikasi Anda sebelumnya. kualifikasi bisa berarti latar belakang pendidikan, kualifikasi profesional atau kursus khusus yang pernah Anda ikuti terkait course yang hendak diikuti di ITEC beserta alasan Anda melamar program ITEC. Mohon buat lebih spesifik jangan dibuat terlalu umum. Contohnya hubungkan langsung dengan course yang Anda pilih dan manfaat ke depan dibanding Anda menjelaskan bahwa Anda ingin memberikan kontribusi di institusi Anda dan Indonesia.








Hal.4


  1.  Nah untuk di bagian ini semestinya diisi oleh Indian Mission yang melakukan test bahasa Inggris Anda namun karena Perwakilan India di Indonesia dalam hal ini Konsulat India di Bali tidak menyelenggarakan test bahasa Inggris dalam rangka seleksi beasiswa ITEC sehingga Anda harus mencari lembaga Bahasa Inggris dimana tempat Anda mungkin pernah mengambil test bahasa Inggris berupa TOEFL atau IELTS atau lembaga Bahasa Inggris dimana Anda pernah mengikuti kursus untuk mengisi bagian ini. Serta jangan lupa menyertakan stempel dari lembaga tersebut setelah ditandatangani pimpinan lembaga tersebut. Sebenarnya formulir ITEC ini dibuat untuk semua negara yang menjadi penerima beasiswa ini namun dalam penerapannya di tiap-tiap negara berbeda tergantung kebijakan dari perwakilan India di masing-masing negara. Untuk Indonesia demikianlah prakteknya. Hal yang terpenting yang harus diingat jangan sampai ada bagian yang kosong.








Hal.5

Banyak sekali pertanyaan yang masuk ke email saya yang menanyakan bagaimana cara mendapatkan dokter untuk mengisi medical report ini? Jawaban saya cari yang termurah itu yang pertama. dokter di puskesmas juga bisa selama ada cap institusinya. Karena jangan sampai Anda membayar mahal untuk pengisian medical report ini padahal dengan kualitas yang sama bisa Anda dapatkan di tempat yang lebih murah. Rumah Sakit Pemerintah, Swasta dan Internasional bisa. Anda bisa mengusahakan untuk mencari dokter yang bisa memahami isian tersebut kalau tidak Anda bisa membantu untuk menjelaskannya.




Hal.6
  1.  sebelum mengisi bagian ini Ada baiknya Anda membaca baik-baik aturan dari beasiswa ini. mengisi bagian ini berarti Anda patuh terhadap segala aturan dalam beasiswa ini jika sudah selesai silahkan isi nama lengkap Anda, selanjutnya isi Indonesia di bagian country, isi tanggal dan tempat serta tanda tangan dan nama jelas Anda.
Hal.7
  1. Part II ini semestinya diisi oleh Kementerian Setnegnya tiap negara namun setiap negara berbeda praktiknya untuk di Indonesia sendiri jika menyampaikan lamaran lewat Konsulat India di Bali bagian ini cukup diisi atasan Anda di kantor. Untuk PNS minimal yang mengisi bagian ini Eselon II.
  2. Pada bagian I, ................... silahkan isi nama atasan yang akan menandatangani
  3. Government of .... isi Indonesia
  4. I nominate..................... silahkan isi nama Anda
  5. Government of................. Indonesia
  6. Name of Nominating Authorithy silahkan isi nama lembaga Anda
  7. Designation isi jabatan atasan Anda
  8. Address isi alamat institusi Anda
  9. Bagian Kanan bawah silahkan ditandatangani oleh atasan Anda dan dicap sertakan nama dan jabatan yang menandatangani
  10. bagian kiri paling bawah isi tanggal, bulan dan tahun beserta kota Anda.
Penting untuk diperhatikan dalam mengisi form ini adalah jangan sampai ada yang kosongkan jika ada bagian yang belum jelas email ke Mr.Manoj di  edu@cgibali.in atau ke saya di khairullah.razak@gmail.com

 selamat mencoba dan semoga sukses

Salam,

Khairullah

Senin, 23 Desember 2013

12 Minggu Pre-Departure Training Australia Awards Scholarships, I/A/L/F Denpasar


"Kupikir setelah dinyatakan lulus beasiswa Australia Awards maka saatnya santai-santai ternyata itu baru pintu pertama sebuah perjuangan besar"


Bali 15 Juli - 18 Oktober 2013 Indonesial Australia Language Foundation I/A/L/F

Masa Penantian EAP bagi awardee adalah bagian yang mendebarkan mengapa demikian karena disinilah perjuangan awal kami baru dimulai setelah dinyatakan lulus oleh pihak Ausaid dan kami harus menghadapi EAP dengan target IELTS sesuai kampus masing-masing. Ada tanda tanya besar bagaimana teman sekelas kami, tentu mereka hebat-hebat dan bagaimana bisa survive dalam lingkungan pembelajaran gaya Australia. semua bercampur aduk hingga saya tiba di Denpasar tanggal 11 Juli 2013 yang bertepatan dengan hari ketiga bulan puasa.

Pengalaman selama 12 minggu mengikuti Pre-Departure Training atau biasa juga disebut English Academic Purpose (EAP) di IALF Bali akan saya tuliskan disini. EAP berisi pemberian pembengkalan kepada calon penerima beasiswa Australia Awards atau biasa disebut awardee berupa persiapan kuliah di Australia bagaimana menulis paper, melakukan library research dan pengenalan komputer dan pelatihan IELTS. Mengenai pengenalan komputer bukanlah hal yang sepele karena banyak ilmu yang saya dapatkan disana diantaranya bagaimana cara membuat table of content yang dulu saya lakukan secara manual sehingga hasilnya sering berantakan.

 Setiap hari dari Senin sampai Jum'at kami belajar di kelas selama 4 jam. Dua jam untuk EAP dan dua jam lagi untuk pelatihan IELTS. Penentuan lamanya EAP seorang awardee ditentukan oleh hasil JST Australia Awards Scholarship (AAS). Untuk IELTS 5 akan mendapatkan pelatihan selama 9 bulan, untuk IELTS 5.5 selama 6 bulan dan untuk IELTS 6 selama 3 bulan. Sementara untuk awardee yang mendapatkan nilai 6.5 keatas hanya mendapatkan EAP 8 minggu tanpa tes IELTS lagi. 



Tugas-tugas mengenai penulisan paper kuliah ala Australian University adalah hal yang diajarkan dan kita juga harus memenuhi persyaratan IELTS sesuai permintaan kampus yang akan kita tuju di Australia. Jadi jangan bayangkan EAP itu sejenis pelatihan yang cuma masuk kelas dan setelah itu bisa jalan-jalan di Bali. Salah besar, selama EAP saya nyaris berkutak-katik  di kos, kelas dan perpus.  Terkadang saat akhir pekan karena banyaknya tugas yang menjadi tanggung jawab kami sebagai awardee mengharuskan kami menyelesaikannya. Kadang hendak tidak mengerjakan tugas tapi kembali saya sadar bahwa saya harus mencapai target IELTS universitas dan paper-paper tugas juga sangat menunjang kuliah kami nantinya di Australia. Kalau saat EAP saja saya belum bisa mengerjakan paper-paper tugas tersebut besar kemungkinan akan berdampak ke performa saya di Australia.

Hari-hari pertama saya mengalami 'ketegangan' hebat saya sempat mual-mual mungkin karena pengaruh maag kumat. Tidak biasanya saya sampai muntah-muntah. ini mungkin karena saya masih mengalami penyesuaian dengan gaya belajar di IALF. Ketika belajar di IALF ritme hidup saya berubah dan berjalan cepat. Waktu serasa cepat berlalu dengan mengerjakan tugas. Bangun pagi setelah solat subuh saya langsung mengerjakan tugas nyaris waktu saya hanya habis untuk belajar seharian hingga berakhir belajar jam 11 malam. Tidur pun dalam keadaan dalam 'tekanan' karena mungkin tugas yang belum sempurna atau takut ada lagi tugas yang ketinggalan. Saya selalu was-was jika ada tugas yang belum dikerjakan dan saling kami-kami menginfokan tugas apa besok.

Saya masuk di kelas 3 bulan yang merupakan kelas yang paling 'tough' menurut saya karena materinya sangat padat walaupun kelas 6 dan 9 bulan juga akan tetapi menurut petuah dari Manager IALF saat pembukaan bahwa kelas 3 bulan jangan menunggu pemanasan gigi 1 dulu baru gigi 2 tapi harus langsung gigi 4. Sehingga saya yang termasuk slow learner sempat 'keteteran' soal tugas-tugas yang diberikan. Namun berkat berjalannya waktu saya dapat menjalani EAP dengan baik semua karena kekuatan yang diberikan Allah lewat teman-teman sekelas yang sangat supportive dan guru saya Mr. Jerry Cross yang bersedia mendengar keluh kesah serta memberikan solusi untuk masalah saya dalam belajar. Thanks Allah I feel so lucky being with my 3MB mates.

Paper merupakan tugas yang belum familiar bagi saya secara waktu S1 saya terus terang sangat minim pengalaman menulis paper ditambah lagi skripsi saya masih sadur sana sadur sini. Saya sangat berharap semoga dengan EAP saya bisa belajar meski dari nol untuk menulis. Dibanding teman sekelas lainnya saya merasa sangat tertinggal.


Nah ketika sedikit merasa kurang motivasi belajar maka saya melihat perjuangan teman-teman lainnya, yah ada teman saya seorang ibu yang baru melahirkan beberapa bulan dan mengurus bayinya di sela-sela jadwal pelajaran yang padat. Ada banyak cara mengecas kembali semangat dan saya bersyukur teman-teman sekelas saya bersedia menuntun saya dengan sangat sabar. Saya juga melihat suasana kelas kami saling mendukung satu sama lain bukan berkompetisi untuk pribadi ketika ada ada anggota teman lain yang tertinggal teman-teman yang lain membantu. 

  • Saya masih ingat bagaimana Mbak Nunik menjelaskan kepada saya tentang materi 'extol the virtue' dimana saya selalu dapat langganan kena 'semprot' guru di kelas karena saya selalu salah menggunakannya.
  • Mbak El dengan sabarnya memeriksa draft discussion paper saya dimana saya masih sibuk mengedit bibliografi sementara deadline sudah hitungan menit.
  • Bagaimana mbak Wulan menemani Bea sampai malam di RC padahal mbak Wulan punya bayi di kosan. Saya sangat terharu saat itu dan mbak Wulan minta pamit karena tiba-tiba saya datang ke RC sehingga saya bisa membantu Bea.
  • Bagaimana Mbak Dila membantu Pak Adi memperbaiki referencenya saat diminta sama guru di kelas untuk diperbaiki lagi.
  • Bagaimana mbak Wina membatu kami (saya dan mbak Nunik) tentang teknik presentasi meskipun waktu itu mbak Wina sedikit tidak puas dengan penampilannya tapi dibalik semua itu dia rela mengajarkan ilmunya kepada kami dan kami bisa lebih baik presentasi di depan kelas. 
  • Bagaimana Pak Jacob meminjamkan hasil writingnya kepada saya dan waktu itu dia yang mengantarkan ke kosan saya. Luar biasa pak Jacob saya yang butuh malah pak Jacob yang antarkan. Saya juga rajin minta trik writing dari Pak Jacob karena beliau ini sangat rajin mencari informasi soal IELTS di internet dan beliau selalu senang membagikannya dengan teman-teman lainnya.
  • Mbak Enny yang membantu saya di dalam study group kami (Mbak Wain, Herul, dan Mbak Enny). I am lucky meeting you mbak Enny...
  • Aku selalu meminjam semangat dari Eci kalau saya lagi lobet karena tumpukan buku di meja belajarnya ruar biasa.
  • Gaya santainya pak Edi selalu menjadi kenangan teman sekelas.
  • Kalau Seluz selalu lincah, penuh energi, dan tugas selalu tepat waktu.
  • Dan masih banyak lagi kenangan-kenangan 'tercecer' saat EAP.
Nah untuk cakupan materi selama EAP yakni internet literacy, computer skill, cross culture class yakni sekilas pengenalan kebudayaan Australia, Skype class biasanya 60 menit dengan pihak Australia Award staffs dimana kita bisa menyampaikan pertanyaan seputar proses persiapan study di Australia, presentasi dari pihak kampus Australia hal ini cukup menarik karena kami bisa melakukan interaksi dengan utusan kampus tertentu di Australia jadi beruntunglah bagi yang kampus tujuannya datang presentasi. Adapun kampus yang sempat presentasi saat EAP adalah Flinders University, University of Adelaide, Carnegie Mellon University.



Bagi saya kelas yang paling menyenangkan adalah Cross Culture Class karena kelasnya sangat menyenangkan dengan mengetahui informasi tentang Australia dan pengajarnya sangat profesional untuk membuat kita lebih aktif berbicara dan bertanya tentang berbagai hal yang akan kami hadapi nantinya di Australia.

Dibalik sibuknya kelas EAP dan tugas-tugasnya, kami pun harus pandai-pandai membagi waktu demi sebuah liburan dimana satu hari kami bisa semangat menyelesaikan tugas dengan cepat. Inilah dia sang koordinator trip yah Mbak Nunik yang selalu menjadi travel planner kami. Kami semua yang serius dengan tugas bisa teralihkan berfikir jalan-jalan kalau dengan mbak Nunik.


Di sela malam-malam penuh tugas kami juga sering mengunjungi kost-kostan teman lainnya. Kami mengistilahkan sidak kecil-kecilan. Malam itu saya dan mbak Nunik memulai sidak ke kostan Echy, selanjutnya Echy kami giring pula ke kost mbak Wina yang kebetulan tinggat satu kosan dengan pak Edy dan pak Ady selanjutnya sidak kami berakhir ke kosan pak Jacob dan bu Enny. seru sekali malam itu.

Serunya menjadi awardee AAS saat kami menetap, ngekos, dan belajar di IALF BALI. Kebersamaan itu selalu terkenang meskipun saat berangkat ke Australia kami di kota berbeda. Mbak Enny, Mas Adi, Mbak Wulan dan saya di Adelaide. Seluz, Mbak Wina, Ingsie, Pak Edy, Mbak Dila, Mbak Nunik di Melbourne. El dan Ecy di Quensland. Pak Jacob sendiri dimana tuh Toowomba yah...














My Study Group - Enny and Wina



After Skype Session with AAS Team


Study Study and Study in favorite place in RC


Holiday, a trip to Bedugul with my 3MB mates


wonderful trip at Tana Lot


WIth Jerry Cross (My amazing and dedicated teacher) and Vlad (Manager IALF Bali) Closing Ceremony of EAP for 3 & 6 Month Group
All 3 Monthers group
Add caption

3 MB members before performing at Australian Consulate, Denpasar
3 M B with the teacher


AAS 3MB with a teacher, IALF team and Australia Awards team

A pose in front of IALF Audiotorium


My First Journey to see the World - Youth Exchange


Halo! Perkenalkan nama saya Khairullah biasa dipanggil Herul asal dari Sulawesi Tengah. Saya mengenal program Pertukaran Pemuda Antar-Negara melalui senior-senior saya di kampus tercinta Universitas Tadulako. Saya ingin sekali seperti mereka karena dimata saya mereka hebat bisa menjadi wakil Sulteng ke luar negeri. Semenjak memasuki dunia kampus saya selalu menjaga mimpi saya untuk ke luar negeri gratis. Karena saya bukan golongan tajir tuir melintir sehingga kalau bukan jalur beasiswa sejenis ini saya tak mungkin bisa ke luar negeri.


Program Pertukaran  Pemuda Indonesia Australia mencakup Pre-Departure Training (PDT) di Jakarta, Host Family dengan keluarga Australia saat di Australia, Work Placement program magang di lembaga sesuai bidang Anda di Australia, Penampilan Seni di Australia, Counterpart dengan peserta Australia serta Community Development selama 2 bulan di Indonesia.

Untuk PDT kami selama dua minggu bersama-sama dengan 17 peserta lainnya di Indonesia. Selama PDT kita akan diberi pembekalan soal peran pemuda di masyarakat, wawasan kebangsaan, pariwisata Indonesia, sekilas pandang mengenai Australia dan  latihan penampilan kesenian Indonesia yang akan kita tampilkan selama program. Selama PDT kita akan berkunjung ke Kantor Kemenpora (kalau beruntung bisa ketemu Menpora hehehe), kunjungan ke Kedutaan Australia dan melakukan medical check up.

Setelah dikukuhkan oleh pihak Kemenpora dan Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) selanjutnya berangkat ke Australia selama di Australia diadakan orientasi di hotel selama beberapa hari sebelum ditempatkan di rumah host family selama sebulan. Asyiknya berkesempatan tinggal bersama orang-orang Australia dengan memanggil mereka mom and dad hehehe serta mepelajari kebudayaan an gaya hidup orang Australia. Selanjutnya kita juga diberikan arahan mengenai tempat kerja kita selama sebulan karena program ini memberikan bekal profesional kepada tiap peserta sesuai dengan bidang yang diinginkan. Selama dua bulan di Australia peserta Indonesia melakukan magang 4 hari Senin - Kamis dan di hari Jumat kita melakukan pertunjukan seni di tempat umum, sekolah, mall dan kantor pemerintah.

Ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan bisa jadi 'artis' di Australia karena mereka melihat pakaian adat kita unik-unik yang tentunya membuat mereka mau berfoto. Setelah fase kota selesai kita akan di tempatkan sebulan di desa lebih tepatnya daerah yang lebih sepi karena untuk fasilitas sama saja antara kota dan desa di Australia. Di fase desa peserta AIYEP akan mendapatkan magang untuk kerja. Di akhir program 18 pemuda Australia sedang melakukan pelatihan terpisah untuk diberangkatkan ke Indonesia bersama kami anak Indonesia. Sekitar 3 hari sebelum berangkat kami bertemu dengan 18 anak Australia dan selanjutnya setiap anak indonesia dipasangkan dengan anak Australia (pasangan bukan lawan jenis yah hehehe jadi tidak boleh macam-macam). Selama di Indonesia kelompok kami ditempatkan di Kalimantan Selatan, sebulan di Desa Barikin untuk melakukan community development dan sebulan di Kota Banjarmasin.  Berikut beberapa video dari youtube tentang kegiatan AIYEP. http://www.youtube.com/watch?v=weBIiKp5F9o dan http://www.youtube.com/watch?v=5IXKlnq-40U


Pengukuhan sebagai Peserta Pertukaran Pemuda Indonesia Australia 2006/2007



Bersama Host Family di Alice Springs

Bersama Orang Tua Angkat dan Australian Counterpart di Barikin
Setelah Sholat Idul Adha, Fase Desa AIYEP di Kalimantan Selatan





Foto Bersama Peserta Australia di Kantor Kemenpora

Foto Session bersama Peserta dari berbagai di Indonesia

Bersama Peserta Australia di Darwin



Selanjutnya saya akan memberikan informasi seputar persiapan mengikuti seleksi PPAN.
Adapun persiapan yang saya lakukan untuk mengikuti Seleksi Pertukaran Pemuda Antar-Negara adalah:
1.    Mencari Contact Person resmi panitia Seleksi PPAN,  hal ini penting agar informasi bisa Anda ketahui secepat mungkin. Program ini dikelolah oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga dan diteruskan ke Dinas Pemuda dan Olahraga masing-masing Provinsi. Untuk tahap seleksi pihak Dinas Pemuda dan Olah Raga melibatkan para alumni pertukaran pemuda antar negara yang tergabung dalam PCMI. Jadi rekan-rekan harus terus aktif menghubungi panitia di Dispora atau PCMI untuk menanyakan kapan seleksi akan dilaksanakan. Biasanya seleksi dilaksanakan di awal tahun sekitar bulan Februari hingga April. 

2.    Mempersiapkan penampilan seni lokal daerah yang diwakili hal ini penting karena sebagai Calon  Duta Indonesia peserta harus menguasai daerahnya dengan baik  dimana setiap peserta Indonesia akan menunjukkan kemampuan keseniannya kepada panitia saat Pre-Departure Training di Jakarta dimana penampilan seni tersebut dipilih dan dikolaborasikan dengan kesenian dari peserta lain. Untuk persiapan seleksi waktu itu saya belajar menari tarian daerah Kabupaten Poso yakni Torompio, puisi Kaili berjudul Toepule, dan menjadi master of ceremony serta menyanyikan lagu bahasa Inggris.
3.    Aktif menanyakan informasi seputar materi seleksi PPAN kepada mereka yang pernah mengikuti test hal ini saya lakukan demi meminimalisir kesalahan saat  test. Pertanyaan sesi wawancara saya dapatkan dari teman saya yang pernah mengikuti tes beberapa pertanyaan yang terkesan ‘menjebak’ menuntut kita untuk berfikir bijaksana dalam kondisi terdesak. Biasanya pertanyaan-pertanyaan yang muncul seputar pengalaman para alumni selama mengikuti program.
4.    Aktif menjadi penghuni Perpustakaan Daerah untuk meriset kebudayaan Sulawesi Tengah. Hampir beberapa minggu saya menjadi membaca literatur tentang Sulawesi Tengah mengenai adat istiadatnya, para tokoh-tokohnya dan berbagai sejarah tentang Sulawesi Tengah.
5.    Mempersiapkan bahasa Inggris dengan baik. Usahakan sesering mungkin berlatih di depan umum sehingga saat tes Anda tidak perlu nervous lagi. Mempersiapkan dengan baik tentu bukanlah usaha satu malam melainkan akumulasi usaha belajar bahasa inggris selama ini. Usahakan aktif dalam berbagai organisasi club bahasa Inggris sehingga pada saat seleksi Anda tidak susah payah lagi menunjukkan kemampuan bahasa Inggris Anda.

Sesuai dengan pengalaman saya saat mengikuti test PPAN di tahun 2006 test dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut. Hari pertama diawali dengan tes tertulis mengenai pengetahuan lokal daerah setempat, pengetahuan umum dan isu-isu internasional yang semuanya harus dijawab dalam bahasa Inggris. Setelah istirahat siang dilanjutkan dengan wawancara yang dibagi dalam beberapa meja panelis sesuai dengan bidang yakni mengenai nasionalisme/ leadership, country destination, psikologi dan personality. Untuk hari kedua yakni presentasi selama kurang lebih 15 menit disertai dengan tanya jawab dari peserta dan juri setelah istirahat dilanjutkan dengan group discussion. Tes di hari ketiga meliputi penampilan seni masing-masing peserta.

Hal penting yang harus diingat bahwa selama seleksi  usahakan untuk menjadi diri sendiri karena pada dasarnya panitia mencoba melihat para peserta selepas mungkin dan senatural mungkin sehingga kepribadian peserta sesungguhnya kelihatan. Jangan pakai acara jaim-jaiman karena panitia sedang menanti sisi asli dari peserta yang mungkin sangat dibutuhkan di program. Peserta tidak akan pernah tahu mengapa  terpilih sampai  menjalani program dan mengatakan inilah alasan saya mengapa saya terpilih. 

Usahakan berkomunikasi dan bergaul dengan peserta lain selama program karena dengan berbagi cerita  bisa belajar dari peserta lain dan membentuk pertemanan yang solid sehingga selesai seleksi  bukan hanya memiliki pengalaman berkompetisi tetapi  memiliki teman-teman yang mungkin dia akan mewakili daerah.

Selanjutnya selalu awali usaha Anda agar perjuangan berhasil dilewati dengan baik. 

Selamat berjuang 

Khairullah
khairullah.razak@gmailcom

Minggu, 22 Desember 2013

Sebuah Jawaban Perjuangan Beasiswa pada Percobaan kedelapan

Perjuangan saya mengejar beasiswa dimulai pada awal tahun 2011 meskipun tahun-tahun sebelumnya saya pernah melamar beasiswa namun karena tidak  fokus sehingga hasilnya masih gagal. Diantara beasiswa yang sempat saya lamar pertama kali adalah Ford Foundation (2007), ADS (2007) dan Stuned (2010).



Nah di tahun 2011 saya sudah mulai serius  mengejar beasiswa  karena pertimbangannya waktu itu  biaya sekolah untuk master di Indonesia lumayan mahal ditambah lagi aturan bagi Pegawai Negeri Sipil yang ingin melanjutkan sekolah di daerah domisili  tidak dibebastugaskan dari tugas kantor dan biaya ditanggung sendiri. Lalu saya mulai berfikir mengapa tidak memanfaatkan peluang beasiswa dimana  saya bebas dari tugas kantor.

Untuk mengejar beasiswa saya memantapkan diri untuk belajar TOEFL karena nilai awal saya sangat rendah yakni 463 tahun 2007 dan 480 di tahun 2010 sehingga sulit untuk memenuhi persyaratan administrasi beasiswa.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah mendaftar kursus TOEFL di salah satu lembaga di Kota Palu selama dua puluh kali pertemuan. Tidak muluk-muluk target saya waktu itu yakni cukup untuk menaikkan TOEFL saya ke angka 500.  Dan Alhamdulillah target terpenuhi setelah mengikuti 20 kali pertemuan dan saya mengikuti ujian TOEFL ITP dengan nilai TOEFL saya 507.


Selanjutnya saya masih merasa nilai TOEFL saya belum 'aman' karena bisa saja nilai tersebut turun lagi dan nilai TOEFL 507 masih terbatas pada beasiswa tertentu yang bisa dilamar. Lalu saya mengambil kursus TOEFL kedua kalinya sebagai untuk memaksimalkan serapan pelajaran yang banyak ketinggalan di kursus sebelumnya.  Setelah mengikuti bimbingan kali kedua dan melakukan test TOEFL alhamdulillah nilainya saya sudah mencapai 520. Alhamdulillah lumayan, sangat lambat karena saya memang tipe slow learner.



Sambil mengisi waktu agar tetap memotivasi saya melamar beasiswa saya tetap ikut les TOEFL lagi di Lembaga Bahasa Untad di Jalan Setia Budi dimana kami diajar oleh Bapak Jos. Alhamdulillah saya mendapat banyak ilmu soal TOEFL dari beliau ditambah motivasi dan tips beasiswa dari beliau. Sekedar informasi beliau ini adalah penerima beasiswa Fulbright dari pemerintah US sehingga kelas TOEFL bimbingan beliau selain membahas TOEFL juga diselingi kisah-kisah hidup beliau saat study di US.

Suka dan duka belajar TOEFL banyak juga termasuk banyaknya rumus, nilai simulasi test kadang tidak ada peningkatan sehingga tidak banyak peserta belajar TOEFL berguguran. Yang saya amati dibutuhkan kesabaran dalm belajar TOEFL, ketekunan dan disiplin karena untuk meningkatkan nilai berapa digit saja tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Hal yang bisa mengobati semua itu adalah dengan membaca blog para penerima beasiswa sehingga semangat terus terjaga. Target saya tidak muluk-muluk yakni saya hanya butuh nilai TOEFL yang cukup entah itu kapan agar saya bisa melengkapi persyaratan melamar beasiswa ke  luar negeri.

Tantangan lainnya yang saya hadapi adalah minimnya teman-teman yang sama-sama berjuang mencari beasiswa di Palu saat itu (2010) sehingga kadang ada rasa ingin mundur saja karena  tak jelas ditambah lagi saya melihat di daerah saya peluang beasiswa ke luar negeri hanya didominasi oleh dosen.

 Tahun 2011 saya melamar beasiswa New Zealand ASEAN Scholarships dan belum berhasil juga dan di pertengahan tahun yang sama saya melamar beasiswa ADS untuk kedua kalinya dan masih belum berhasil. Total lima kali percobaan melamar beasiswa dan belum mencapai target bahkan masuk  tahap wawancara saja belum ada sama sekali sehingga saya luar biasa down.



Saya kembali bersemangat setelah bertemua kawan saya yang baru saja menyelesaikan masternya di Belanda melalui beasiswa ERASMUS MUNDUS. Dia menyemangati saya bahwa kenapa saya mesti banyak berpikir? saya sudah PNS coba terus saja melamar beasiswa ke luar negeri dan sayapun tidak didesak waktu untuk segera sekolah lagian kalau berhenti mengejar beasiswa  sangat rugi Rul karena orang yang berkompetisi mengejar beasiswa di daerah ini saat itu (2011) sangat kurang sehingga peluang  diterima sangat besar, tutupnya.

Dia menanyakan sudah berapa kali saya mengirimkan lamaran beasiswa dan jawaban saya 5 kali. Coba sampai 8 kali  setelah itu terserah  mau mundur atau maju karena alasannya sederhana dia lulus pada percobaan 8 kali.  Bisa rejeki beasiswa saya di percobaan ke 8 dan saya mundur pada percobaan kelima, jawabnya. Dia pun menunjukkan nilai-nilai TOEFLnya semenjak awal dari angka 480an hingga mencapai 575. semuanya mungkin asal tekun jawabnya.

Awal tahun 2012 saya lebih tekun mengejar beasiswa. Berbekal modem Telkomsel flash khusus untuk amunisi berselancar menyusuri blog-blog penerima beasiswa. Tahun ini saya mendapatkan banyak perubahan untuk essay. Saya menganalisa essay yang saya kirimkan selama 5 kali sebelumnya memang sangat jauh dari standar yang dimiliki para penerima beasiswa.

Lamaran beasiswa pertama saya kirimkan ke NZAID sebagai percobaan keenam dan sayapun kembali meminta rekomendasi ke atasan saya dan dosen saya. Dosen saya yang selalu setia Bapak Mochtar Marhum sempat menanyakan apakah tahun kemarin belum lulus? saya jawab belum lulus pak. Jangan lupa ikutan ADS lagi tahun ini. Saya merasa mendapatkan semangat karena diam-diam dosen saya ini memperhatikan saya yang sudah lama berjuang melamar beasiswa. Dalam hati saya sudah sedikit malu sama dosen saya ini karena sudah berkali-kali minta surat rekomendasi namun beliau tetap menyemangati.



Selanjutnya saya mengambil kursus di IALF Jakarta untuk 2 minggu belajar IELTS. Walaupun saat itu saya harus meminjam uang tapi saya ingin tahun 2012 saya memaksimalkan usaha sehingga saya tidak ingin  gagal di tes IELTS ADS jika masuk wawancara.

Tepatnya di bulan April 2012 saya mengikuti Intensive IELTS Class di IALF Jakarta disini saya merasakan suasana belajar di Australia karena bertemu dengan mereka yang sudah berstatus penerima  penerima beasiswa ADS yang sedang pelatihan sebelum berangkat ke Australia. Saya pun sempat bertemu dengan salah satu rekan seunit saya dulu di Jakarta, sebagai penerima beasiswa ADS yang akan berangkat ke Sydney. Sungguh semangat saya semakin memanas untuk mengejar beasiswa ini.



Pengajar saya Mr.Nigel juga sempat menyampaikan bahwa beasiswa ADS telah dibuka tahun ini dan sempat memberikan saran-saran dalam mengisi aplikasi beasiswa tersebut. Guru saya yang lain Ms. Rozz Dunk juga membantu proses saya melamar beasiswa ADS di tahun 2012. Dia membantu untuk berkomunikasi dengan pihak kampus di Australia.

Pada saat saya mengikuti bimbingan IELTS di IALF Jakarta, teman sekelas saya Ogy  mengajak saya melamar beasiswa master Fulbright yang deadlinenya tinggal dua hari lalu saya melihat formulir yang disodorkan yang  ternyata tidak terlalu banyak isian dan saya pun menyanggupi untuk mengisinya dan di akhir cerita saya baru  tahu kalau teman saya tersebut tidak sempat mengumpulkan aplikasi beasiswa tersebut.


Di akhir Intensive IELTS Class IALF ini Alhamdulillah nilai IELTS saya setelah bimbingan 2 minggu di IALF Jakarta cukup memuaskan untuk pemula 5.5 dan saya bersyukur bisa melewati angka 5 karena untuk persyaratan lulus ADS di tahap JST adalah 5. Selanjutnya saya mengisi form aplikasi ADS dibantu saudara saya yang baru menyelesaikan study master di New Zealand melalui jalur beasiswa NZAID, dan Mr. Kieran - counterpart saya pada program Australia Youth Exchange. Saya sangat terbantu dengan ide-ide dari dia yang mencoba menyederhanakan poin yang ingin saya sampaikan dan berusaha untuk mengarahkan saya untuk memberikan jawaban sesuai yang diinginkan oleh pemberi beasiswa dalam hal ini Pemerintah Australia. Pemeriksaan terakhir dilakukan oleh guru saya di IALF Jakarta, Roz Dunk. Dia sangat  sabar dan teliti dalam memeriksa essay  yang saya kirimkan dan dia harus berkali-kali merevisi dan mengirimkan kembali perbaikannya. Dari cara dia memeriksa benar-benar dia lakukan dengan teliti sehingga  saya merasa dibimbing seorang mentor hebat dan  saya melihat perubahan yang jelas beda antara essay awal saya sebelum diperiksa tiga orang ini.

Alhamdulillah selesai juga aplikasi beasiswa ADS dan saya mengirimkannya pada awal bulan Juni 2012 berhubung saya akan berangkat ke New Delhi untuk mengikuti short course, beasiswa ITEC, India. Perjuangan untuk beasiswa ADS sebagai beasiswa yang ke delapan kali saya lamar telah saya lakukan maksimal (versi saya). Saya berjanji, jika kali ini saya gagal mungkin saya akan tetap melamar beasiswa namun tak memberikan harapan besar karena saya rasanya sudah maksimal saat ini.


==============================================

India,


Kabar dari beasiswa Fulbright saya terima saat  di India bulan Juli yakni saya mendapatkan paggilan wawancara namun saya memilih untuk melanjutkan short course di India.



Palu


Selanjutnya notifikasi dari beasiswa New Zealand diakhir Agustus menyatakan saya belum masuk shortlisted. Saya sangat kecewa karena saya sudah sempat mengantongi Letter of Acceptance kampus di New Zealand ditambah lagi nilai TOEFL saya sudah melebihi 550 sebagaimana yang dipersyaratkan beasiswa tersebut tapi saya tetap optimis bahwa ADS akan memberikan kabar baik.

Sepulang dari New Delhi, saya mencoba mendaftar short course bahasa Mandarin ke China selama setahun dan  saya hanya memasukkan berkas-berkas yang sudah saya punya selama ini . Alhamdulillah tepatnya di bulan September saya dinyatakan lulus. Ini saya lakukan untuk mengantisipasi jika tidak ada beasiswa master yang lulus.

Tahun 2012 adalah tahun memperbaiki kesalahan terdahulu  bagi saya. Saya tidak pernah tahu dimana rezeki beasiswa saya maka segala jenis beasiswa yang bisa saya lamar dan saya bisa memenuhi persyaratannya maka saya kirimkan lamaran.

Pada bulan September saya juga mendapatkan informasi dari teman saya untuk melamar beasiswa Community College Initiative Program (CCIP) beasiswa non gelar dari Pemerintah US dan sayapun mengisi formulirnya dan menyiapkan persyaratan yang diinginkan. tepat pada 12 November 2012 saya mendapatkan notifikasi bahwa saya masuk shortlisted untuk wawancara diakhir bulan November 2012. Saya sangat gembira karena mimpi akan ke luar negeri kian dekat karena masuk wawancara. Namun saya teringat kawan saya yang justru sangat berharap pada beasiswa ini belum masuk shortlisted.

Saya pun sesekali teringat beasiswa ADS namun saya tidak mencari informasi soal informasi peserta shortlisted ADS karena saya terlalu fokus untuk persiapan wawancara beasiswa US dan saya tidak ingin melewatkan kesempatan ini karena saya belum tahu dimana rezeki beasiswa saya.


Setelah pulang dari Jakarta menyelesaikan wawancara beasiswa US, saya menelpon kantor ADS Jakarta dan menanyakan pengumuman peserta shortlisted yang masuk wawancara ternyata pengumumannya sudah lama dan dia menanyakan nama saya dan officer ADS menyatakan bahwa saya masuk shortlisted peserta yang akan diwawancara. Alhamdulillah saya kembali menanyakan ke officer tersebut betul nama saya masuk shortlisted, iya nama saya jelas masuk sisa menunggu surat resmi via pos.

Kembali saya menyiapkan segala sesuatu untuk wawancara mulai dengan menelusuri blog-blog yang berbicara soal wawancara ADS dan mengumpulkan prediksi pertanyaan dan kembali saya menyusun jawaban dari pertanyaan tersebut. Jawaban tersebut saya ketik dan saya minta perbaikan dari counterpart saya Kieran Pascoe. Dengan senang hati dia memberikan bantuan dan memperbaiki prediksi pertanyaan interview dan jawabannya. Alhamdulillah serasa semuanya berjalan lancar proses ADS kali ini serasa semesta mendukung. ditambah lagi seorang ipar teman kantor saya adalah seorang warga negara Australia yang lagi berlibur di Palu datang ke rumah saya untuk meminta bantuan saya untuk menterjemahkan bahan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris dengan senang hati saya bantu dan saya meminta bantuannya untuk memperbaiki jawaban prediksi wawancara ADS.




Hari-hari berlalu, saya disibukkan dengan persiapan wawancara ADS dan test IELTS JST. Saya sangat menyiapkan wawancara ini karena dari blog-blog yang saya baca banyak peserta yang gagal karena wawancara yang kurang memikat panelis. Tak disangka-sangka tanggal 23 Desember 2012 saya mendapatkan notifikasi dari pihak AMINEF kalau saya lulus ke tahap selanjutnya beasiswa US dan saya harus segera melakukan medical check up. Saya bahagia, sangat bahagia karena sudah ada kepastian dari US.

Selanjutnya saya sudah mulai kebingungan apa melanjutkan beasiswa US ini sementara tujuan utama saya beasiswa ADS dimana masih dalam proses. Sementara kalau melepaskan beasiswa US dan memilih konsentrasi di proses JST ADS tidak ada jaminan saya akan lulus ADS. Saya pun memutuskan untuk menghadapai saja apa yang ada di depan ketika ada yang bertanya soal dua beasiswa ini saya jawab biar Allah yang memutuskan karena saya SUNGGUH bingung.


Waktu saya pun tersita dengan medical check up dimana persyaratan beasiswa US memang lumayanlah. Sangat sulit mendapatkan pemeriksaan menyeluruh di satu rumah sakit di Palu. Saya pun harus melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit, Vaksinasi di dokter klinik dan berburu mantoux test yang ternyata tidak ada di Palu sehingga saya harus ke Makassar.

Saya sempat bingung tujuan utama saya adalah ADS dan saya sudah berada di tahap wawancara lalu mengapa saya masih disibukkan dengan persyaratan beasiswa ke US. Beberapa hari sebelum berangkat ke Makassar untuk wawancara ADS saya sempat sakit karena kelelahan atau mungkin pengaruh berbagai macam vaksin yang masuk ke dalam tubuh saya.

Deadline untuk mengumpulkan berkas medical check up dan dokumen lainnya untuk beasiswa ke US makin dekat sampai hari H saya berhasil menyelesaikannya dengan bantuan teman saya Putri Gagaramusu hingga akhirnya saya berangkat ke Makassar menghadiri wawancara ADS dengan rasa capek yang luar biasa. Sayapun merasa bahwa saya akan kehilangan kesempatan di beasiswa ADS karena pikiran saya sudah bercabang.

Dan wawancara ADS berhasil saya selesaikan dan lumayan berhasil menurut saya karena pengalaman wawancara dari TIM AMINEF US menjadi bekal sekaligus pemanasan sebagai wawancara beasiswa pertama saya. Selanjutnya IELTS test untuk JST ADS saya di hari berikutnya jauh dari yang diharapkan sepertinya nilai saya tidak akan sampai 5 pikir saya waktu itu karena saya ketinggalan pada sesi listening dan writing saya sedikit berantakan. Sudahlah kata saya toh saya sudah mendapatkan beasiswa ke US jadi kenapa terlau pusing.

Wits saya lupa kalau setelah mendapatkan beasiswa ke US saya membatalkan beasiswa short course bahasa Mandarin dari Pemerintah China.

Hari-hari saya bergelut dengan penantian pengumuman beasiswa ADS yang menurut informasi akan diumumkan bulan Februari 2013. Tepat tanggal 4 Februari 2013 saya mengecek email  dan saya melihat sebuah email masuk dari ADS dan sepertinya saya LULUS. Perlahan-lahan mata saya sudah basah menangis menantikan loading email dibuka.  Saya tak sabar membuka email tersebut dan rasanya ini adalah email yang paling lama saya buka karena penuh tanda tanya. Berikut isi emailnya

Dear Australian Development Scholarship (ADS) applicant

Congratulations, the Australian Agency for International Development (AusAID) has recently approved your ADS application. The location of PDT is provided on the Australia Awards website  www.australiaawardsindo.or.id

An official letter will be sent by courier to your home address, over the next week.

Once again congratulations – I look forward to meeting you during Pre-Departure Training.

Best wishes

MICHAEL BRACHER
Manager
Australia Awards Scholarships - Indonesia




================

Inilah jawaban dariNya atas percobaan kedelapan saya yang membawah saya ke Australia, kuliah di jurusan Specia Education di Fllinders University selama dua tahun. Alhamdulillah.  Inilah langkah kecil saya melalui coretan ini semoga bisa menjadi gambaran perjuangan sebuah mimpi.

Salam,

Khairullah







Saya dan Fulbright Master - Perjuangan Mengejar Beasiswa

Saya mengetahui Beasiswa Fulbright Master Program dari  dosen saya yang juga merupakan alumni Fulbright dan saya pernah sekali menghadiri Presentasi Beasiswa dari AMINEF di Palu. Waktu itu saya meninggalkan presentasi beasiswa tersebut sebelum selesai dikarenakan syarat TOEFL saya waktu itu belum cukup. Dimata saya beasiswa ini sangat bergengsi dan pastinya kompetisinya sangat ketat. Sejak memulai berburu beasiswa saya tidak pernah memasukkan Fulbright dalam daftar. Sudah tertulis mustahil dalam otak saya.




Ide untuk melamar beasiswa Fulbright muncul saat diajak teman sekelas saya di IALF Jakarta. Melihat semua persyaratannya saya bisa memenuhinya. Dicoba saja dulu pikir saya hanya sekedar tes kemampuan. Saya menelpon lembaga tempat saya mengambil test TOEFL dan saya mendapatkan info kalau nilai saya cukup untuk melamar beasiswa Fulbright.

Akhirnya saya balik ke kost lalu saya selesaikan isian beasiswa Fulbright. Hal ini tidak ada dalam aturan. Apa itu? Yaitu saya menulis di secarik kertas bahwa nilai TOEFL, FK Ijazah, FK Transkrip dan rekomendasi dari atasan akan menyusul. Kalau dipikir-pikir mana ada mungkin berkas saya diperhitungkan karena sebagian besar syarat malah belum terpenuhi dan berkas yang saya belum kumpulkan adalah yang utama.


Intinya, melamar beasiswa ini sungguh tidak dipersiapkan karena waktu yang juga mepet hanya dua hari sebelum deadline. Terus terang dalam mengisi formulir beasiswa ini saya hanya mengkopi paste dari isian beasiswa saya sebelumnya. Tidak ada banyak waktu untuk memikirkan isian dikarenakan waktu itu saya les IELTS di IALF  Jakarta dan setiap pulang kelas ada banyak tugas. Ketika mengerjakannya banyak sekali isian dan sudah berfikir bagaimana bisa lulus ke tahap selanjutnya kalau hasil dari kopi paste saja.

Setelah Intensive IELTS Class di IALF Jakarta saya kembali ke Palu lalu saya kirimkan dokumen tambahan ke ke kantor AMINEF.  Akhirnya kelar juga  kewajiban itu dan setelahnya saya hampir tidak ingat lagi saya pernah mengumpulkan lamaran untuk beasiswa ini.


* * *

Tahun 2012, selain memasukkan lamaran beasiswa Fulbright, saya juga melamar beasiswa NZAID dan ADS. Ini mungkin salah satu strategi biar tidak terlalu bosan menunggu hasil satu beasiswa ada baiknya ketika selesai mengumpulkan berkas langsung cari lagi info beasiswa yang bisa dilamar. Biasanya kalau galau menunggu hasil beasiswa maka waktu rasanya lambat berjalan dan tiada hari tanpa mengecek email *pengalaman pribadi

Tahun 2012 merupakan tahun kedua saya mencoba peruntungan beasiswa. Setelah di tahun 2011 saya menargetkan untuk masuk tahap wawancara  namun ternyata Allah berkata lain karena tak satupun beasiswa itu memberi 'tanda'.

Karena beasiswa program master tak kunjung ada yang lulus maka sambil menunggu waktu yang lama itu akhirnya saya coba beasiswa short course. Prinsip saya sederhana, kalau beasiswa S2 belum bisa saya taklukkan maka setidaknya beasiswa short course dulu.  Setidaknya sertifikat TOEFL dan IELTS bisa dipakai.



India, sebuah beasiswa yang bernama ITEC, tepatnya Mei 2012 saya mengajukan aplikasi beasiswa melalui Konsulat India di Bali. Alhamdulillah semua lancar dari izin kantor sampai pengurusan di Konsulat India, Bali.


Tanggal 12 Juni 2012 program beasiswa dibawah naungan ITEC India dimulai. Sebelum berangkat ke India saya pastikan kelengkapan berkas beasiswa NZAID benar-benar lengkap. Beasiswa ini memang mendapat perhatian khusus sehingga saya menghubungi berkali-kali pihak officer NZAID untuk menanyakan kelengkapan berkas aplikasi. Khawatir gagal karena berkas tak lengkap.

Ingat juga kalau saya melamar beasiswa Fulbright untuk program Master jadi sebelum ke India saya menghubungi pihak AMINEF memastikan kelengkapan berkas saya. Staf AMINEFnya mengabarkan pengecekan berkas belum selesai dan dia menambahkan  bahwa beasiswa ini sangat kompetitif. Terima kasih saya jawab sambil lesu dan berkata dalam hati. iya yah beasiswa ini kompetitif, CV dan isian saya juga tidak "menjual" sehingga tak ada sesuatupun yang menarik bagi pihak Fulbright. Nilai TOEFL pas pasan. Saya semakin yakin dan mantap melupakan beasiswa.

*   *    *    *  


Proses mengejar beasiswa ada  saat-saat 'jenuh'  dan tidak dimengerti apakah kita terlalu muluk untuk mengejar beasiswa dan mungkin harus belajar lebih realistis. Di suatu malam sunyi di kamar saya di Delhi setelah belajar dan menyelesaikan tugas saya membuka berkas aplikasi beasiswa dan Teringat perjuangan melamar beasiswa yang sudah masuk tahun kedua namun tidak memberikan tanda di mata saya. Malam itu saya berdoa. Ya Allah sudah banyak aplikasi beasiswa yang saya kirimkan, jangan sampai saya menjadi terobsesi dengan beasiswa-beasiswa ini padahal bukan takdir saya disana. Entah kenapa malam itu saya meminta kepastian dari Allah  apakah saya masih pantas untuk berharap beasiswa S2 ke luar negeri. Ya Allah beri aku tanda apakah hamba ini masih pantas untuk berjuang. Saya juga kadang lelah dengan mimpi saya ke luar negeri untuk sekolah, belajar Bahasa Inggris, memenuhi dokumen beasiswa, meninggalkan kantor karena kelengkapan berkas, dan karir 'acak-acakan'.



* * *


DAN KEAJAIBAN ITU DATANG.  saat kelas kami sedang istirahat siang dan biasanya kalau pada istirahat siswa-siswa langsung  ada yang ke toilet ada yang beli makanan ada pula yang memilih menikmati internetan karena fasilitas internet hanya bisa digunakan saat break. Ada sebuah email masuk dengan subjek: 2013 Fulbright Master's Degree Program Interview Notification

July 10, 2012

Mr. Khairullah Hi Abd Razak
Palu

Dear Mr. Khairullah Abd Razak,

I am pleased to inform you that the AMINEF selection committee has finished their review of the Fulbright Master of Science and Technology Program applications and will consider you for an interview and that tentatively is scheduled to be conducted in Makassar on July 26

Since you reside outside of Makassar, AMINEF staff will contact you regarding travel arrangement and accommodation. You will receive domestic flight tickets from us. Please kindly inform us the city that you are currently living and the nearest airport for flight reservation arrangement.

Official letter of invitation for the interview including the confirmed schedule will be sent to you later after we receive your confirmation. You can send your confirmation to attend this interview via email to AMINEF staff at theresia@aminef.or.id, rianti@aminef.or.id, and mita@aminef.or.id

Should you have any further question, please do not hesitate to contact us at 021-5296-1977/1966 ext. 201/212.
==============================

==============================
Indonesian Fulbright Program Team
American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF)
CIMB Niaga Plaza
3rd Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Jakarta 12920


Disclaimer: This is an e-mail from AMINEF intended solely for the named addresse(s). It is confidential and may contain legally privileged information. Therefore, any unauthorized use, disclosure or copying of this information is strictly prohibited. AMINEF does not accept liability for any email loss or files damage.

================== * * * =============================

saat pertama membaca email ini saya pikir mungkin email notifikasi yang ujung-ujungnya menyatakan terima kasih Anda sudah berpartisipasi namun sayang sekali kali ini kompetisi sangat ketat sehingga Anda belum lulus tapi semakin saya membaca makin mengenakkan isinya. Bener-benar tidak percaya, periksa kembali lagi ini dari Fulbright kan? yang kata orang susah dan kompetitif, saya bisa sampai wawancara?


Ada dilema disana:

pertama: Jadwal interview bertepatan dengan Tour ke Agra, Taj Mahal. Nah ke India kalau tidak ke Taj Mahal, apa kata dunia;

kedua: kalau saya pulang ke Indonesia program beasiswa ITEC tidak selesai kemungkinan dapat denda;

ketiga: Kalau pulang ke Indo sebelum waktunya saya akan disuruh bayar tiket sendiri.


Akhirnya, setelah diskusi sama teman semeja dia menyarankan untuk bertemu koordinator beasiswa ITEC. Jangan pikir mundur dulu maksimalkan usaha, kata teman saya dari Kyrgiztan. Tanpa tunggu waktu lama saya langsung menghadap Mbak Sonia koordiantor beasiswa ITEC, Mbak Sonia menyimak rangkaian cerita. Makin lama kayaknya  Sonia menebak kalau saya akan pulang sebelum beasiswa berakhir secara dia masih 'trauma' ngurusin siswa pulang sebelum waktunya. Waktu itu salah satu siswa juga pulang ke negaranya dan ditambah lagi saya akan menyusul. Tapi saya tutup pembicaraan saya ke  Sonia kalaupun saya harus mundur saya minta Sonia mengirim email ke AMINEF biar saya tidak dapat sanksi blacklist.

Usahapun dilakukan, saya mengirim email ke pihak fulbright sesuai kontak email yang diberikan namun beberapa hari ditunggu tak ada balasan. Akhirnya saya chat sama teman yang sudah di US  penerima Fulbright Master Program juga dan dia memberikan alamat email pihak yang bisa dihubungi. Maka saya mengirim email permohonan yang intinya:

1. Dibelikan tiket dari Pihak AMINEF dari New Delhi - Jakarta round trip (ini kayaknya sulit dipenuhi rul)
2. Meminta interview diadakan di US Embassy di New Delhi karena di New Delhi memiliki perwakilan Fulbright
3. Interview buat saya dijadwalkan paling terakhir di bulan Agustus.


Balasan atas permintaan tersebut semua ditolak dengan jawaban kira-kira seperti ini   Once you fail attending the interview you withdraw from the process and you may apply next year.

Sayapun mengambil hikmanya, apa yang ada di tangan saat ini itulah rejeki. Saya harus menyelesaikan dulu beasiswa short course 3 bulan ini dan berharap akan ada kabar baik dari NZAID dan ADS setelah pulang ke Indonesia AMIN. Mungkin seperti yang saya minta kan? saya hanya  minta pertanda sama Allah, nah Email dari Fulbright  sudah pertanda sehingga saya masih layak berjuang untuk mimpi kuliah di luar negeri....

Pulang ke Indonesia saya iseng  menelpon ke AMINEF menanyakan proses beasiswa Fulbright master program. Dari keterangan AMINEF Officer bahwa ada sekitar 500an lamaran yang masuk dan yang terpanggil wawanara 30 orang untuk menyeleksi 15 orang yang akan menerima beasiswa ke US. Kesempatan itu hilang dan saya termasuk yang 30 orang itu. #Belajar Ikhlas.

*Tulisan ini saya peruntukkan untuk mencatat memori tercecer saat mencari beasiswa semoga bermanfaat.

Gerakan Donasi Penghafal Qur'an Yatim / Berprestasi

Bismillah THE VOLUNTEERS adalah komunitas yang bergerak dalam dunia Islam dan kemanusiaan. Kali ini kami memperkenalkan program kami khusus...